Serba-Serbi Teknologi dan Masalah disekitarnya : Audio Digital, Masalah Hukum Pembajakan, Y2K, Artificial Intelligence dan Human Computer Interface

AUDIO DIGITAL

Perkembangan teknologi yang pesat melahirkan era digitalisasi yang merupakan era modern, dimana orang bergantung penuh pada teknologi dalam kehidupan sehari-harinya. Begitu pula yang terjadi pada saya yang sudah tertular demam digital. Sebelum saya membahas tentang audio digital, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu digital. Digital berasal dari bahasa Yunani “digitus” yang artinya jari. Jumlah jari adalah 10, sehingga memiliki bilangan angka 1 dan 0. Digital merupakan penggambaran dari keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on yang merupakan bilangan biner. Sistem digital mengubah informasi menjadi bentuk sinyal yaitu disebut sinyal bit (binary digit) yang tidak mudah terpengaruh oleh gangguan. Konsep digital merupakan pemahaman tentang hal yang berlawanan, contoh mudahnya adalah kalkulator dimana memiliki tombol on dan off yang berlawanan, jika kita menekan tombol on(1) maka tampilan di kalkulator akan menyala, namun jika kita menekan tombol off(0) maka tampilan di kalkulator akan mati.

Sistem digital merupakan konsep yang menggunakan nilai diskrit/ diskontinu yang berarti terputus-putus untuk menyatakan suatu informasi tertentu yang dituangkan dalam angka, bilangan, huruf, atau simbol (Ir. Wijaya Widjanarka N, 2006 : 5). Hal ini berbeda dengan sistem analog yang kontinu sebagaimana yang digunakan pada jam yang memiliki jarum detik yang bergerak secara kontinu/terus-menerus. Bandingkan dengan jam digital yang jarum detiknya bergerak secara berlainan/diskrit (Mulyadi, 2007 : 287) . Saat ini istilah digital sering di asosiasikan dengan penggunaan kode binary dalam komputer dan peralatan elektronik lainnya. Digital merupakan salah satu perkembangan teknologi yang berkaitan dengan pergeseran dari bentuk analog ke digital, dari semua yang bersifat manual menjadi otomatis ,dan dari semua yang bersifat rumit menjadi ringkas.

Apa bedanya analog dan digital?

Perbedaan sebenarnya adalah dalam hal penyimpanan dan penyebaran data. Data analog disebarkan melalui gelombang elektromagnetik (gelombang radio) secara terus-menerus yang banyak mengalami gangguan. Sementara digital mengubah data menjadi sederhana yang terdiri dari 0 dan 1, yang akan lebih mudah disebarkan tanpa terjadi banyak gangguan.

Contoh pemahaman yang mudah tentang analog dan digital adalah kaset dalam bentuk pita kaset dan file MP3. Selain memiliki perbedaan kapasitas memori dimana MP3 memiliki memori penyimpanan data/ file yang jauh lebih banyak dibanding kaset, jika kita menyalin atau merekam pita kaset, hasilnya akan banyak ditentukan oleh alat perekamnya, kebersihan alat perekamnya dan lain-lain. Semakin banyak kita merekam di tempat lain, maka kualitas suaranya juga akan berubah. Berbeda dengan MP3, jika kita menyalin filenya maka kita akan mendapatkan salinan yang sama persis dengan aslinya berapapun banyakanya kita menggandakan file tersebut. Selain itu dalam hal praktis, MP3 lebih praktis dibanding kaset karena hanya dengan satu device/ alat saja, sementara kaset harus dengan walkman atau tape untuk bisa mendengar lagu.

Audio Digital merupakan versi digital dari suara analog. Pengubahan suara analog menjadi suara digital membutuhkan suatu alat yang disebut Analog to Digital Converter (ADC). ADC akan mengubah amplitudo gelombang sebuah analog menjadi digital yang merupakan proses konversi (Iwan Binanto, 2010 : 50).

Audio digital adalah harmonisasi bunyi yang dibuat melalui perekaman konvensional maupun suara sintetis yang disimpan dalam media berbasis teknologi komputer. Format encoding digital dapat menyimpan data dalam jumlah besar, jangka panjang dan berjaringan luas. Musik Digital menggunakan sinyal digital dalam proses reproduksi suaranya. Sebagai proses digitalisasi terhadap format rekaman musik analog, lagu atau musik digital mempunyai beraneka ragam format yang bergantung pada teknologi yang digunakan. Contoh formatnya seperti MP3, WAV, AAC, WMA, Ogg, dst.

Berkaitan dengan audio digital adalah istilah Codec audio yang memiliki dua arti encode(mengkodekan) dan decode(menguraikan kode). Codec adalah nama teknis yang diambil dari singkatan compression/decompression atau compressor/decompressor atau juga coder/decoder, yang artinya adalah program komputer yang berfungsi mengecilkan (compress) file-file, lalu mengembalikannya ke ukuran semua (decompress). File-file multimedia seperti audio, mp3 atau lagu, dan file-file film atau video biasanya punya ukuran yang besar, disinilah codec dibutuhkan. Pada perangkat lunak, codec adalah program computer yang memapatkan data digital audio sesuai format file audio yang diberikan. Pada perangkat keras, codec mengubah sinyal analog menjadi digital. Tujuan codec adalah untuk mempresentasikan sinyal audio berketepatan tinggi (high density) sehingga efektif memperkecil penyimpanan untuk pengiriman file audio (Iwan Binanto, 2010 : 55). Saya sendiri juga sudah banyak merasakan manfaat codec ini dimana saya sering memasukan lagu-lagu ke dalam handphone saya dengan mengkompresnya sehingga ukurannya mengecil.

Contoh Teknologi Audio Digital :

• Digital Audiotape : adalah media perekaman yang membentang jurang dua teknologi yaitu antara analog dan digital. Pada satu tangan, menggunakan pita sebagai media perekam, di sisi lain, menyimpan sinyal sebagai data digital dalam bentuk nomor untuk mewakili sinyal
audio. Bentuknya seperti compact audio kaset.

Compact Disc :
- High-density compatible digital (HDCD), dimiliki oleh Microsoft, adalah sebuah proses rekaman yang meningkatkan kualitas audio dari compact disc, memberikan hasil akhir yang lebih bisa diterima dari CD audio standar. Dimana memiliki penyaringan yang dapat mengurangi distorsi, gangguan, keakuratan dan suara yang lebih alami.

-Super Audio CD (SACD). Philips dan Sony telah menghasilkan spesifikasi alternatif yang disebut Super Audio CD yang menggunakan metode berbeda yaitu pengkodean audio. SACD dirancang untuk tidak bisa dikopi dan membutuhkan player khusus. SACD memiliki kelebihan dibanding CD sebelumnya karena memiliki keakuratan dan kejernihan tingkat tinggi.

DVD-Audio: DVD-Audio dirilis pada bulan April 1999. DVD-Audio dapat memberikan stereo berkualitas tinggi daripada CD, dengan tingkat sampling hingga 192 kHz (dibandingkan dengan 44,1 kHz untuk CD).

• MP3: Adalah singkatan dari MPEG 1 layer 3. MPEG adalah Moving Pictures Experts Group yang merupakan bentuk standar file audio dan video. MP3 merupakan salah satu perkembangan teknologi audio yang masih populer hingga saat ini. MP3 adalah salah satu format berkas pengkodean suara yang mempunyai kompresi yang baik, hal itu menyebabkan ukuran dari berkas it sendiri bisa menjadi lebih kecil. Contoh MP3 adalah Ipod yang akan dibahas setelah ini.

• Ipod : merupakan pemutar media digital yang diproduksi oleh Apple. Ipod merupakan alat pemutar musik atau lagu-lagu dengan memori besar yang bisa menyimpan ribuan file lagu. Disamping itu, ipod juga memiliki kepraktisan dalam hal ukuran yang kecil, ringan dan mudah dibawa bahkan dikantongi.

• Podcasting : Podcasting adalah aktifitas merekam suara, biasanya dalam format MP3, lalu di unggah ke internet dan bisa diunduh dan didengarkan oleh siapa saja. Podcasting umumnya dilakukan secara berkala, seperti halnya kita menulis di blog dan siapapun bisa berlangganan secara rutin lewat teknologi feed/rss seperti halnya di blog. Podcasting adalah distribusi file audio atau video, seperti program radio atau video musik, melalui Internet menggunakan RSS (sindikasi benar-benar sederhana) untuk mendengarkan pada perangkat mobile dan komputer pribadi.

• Wireless MP3 : adalah teknologi tanpa kabel, dimana melakukan hubungan telekomunikasi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai pengganti kabel. Wireless MP3 merupakan teknologi tanpa kabel yang digunakan pada MP3 untuk mendengarkan musik.

• P2P Music File Sharing : Berbagi file atau sharing file saat ini sudah sangat umum dilakukan oleh pengguna komputer. Kita bisa memperoleh program untuk sharing P2P (peer-to-peer) dan dapat berbagi berbagai file seperti musik, video atau software lain. Kita bisa menggunakan program tersebut secara gratis. Contoh file sharing yang bisa untuk mencari musik dan video adalah seperti 4shared.com, untuk jenis file lainnya bisa ke xFiles, rapid share, dst.


Kelebihan dan kekurangan audio digital :

Manfaat utama sistem digital adalah kemampuan untuk menyimpan, mengambil dan mengirimkan sinyal tanpa kehilangan kualitas. Sehingga audio digital memiliki beberapa kelebihan yaitu :

• Format yang beragam dapat disesuaikan dengan teknologi yang digunakan. Contohnya seperti lagu dengan format MP3 yang bisa disesuaikan dengan teknologi musik di ponsel/handphone.

• Mudah untuk menyalin (mengcopy) file dengan kualitas salinan yang serupa dengan aslinya, sehingga memudahkan penggandaan dari pihak perusahaan rekaman tanpa menurunkan mutu. Contohnya : file lagu, musik atau video yang dapat dengan mudah kita copy melalui komputer misalnya, akan memiliki kualitas yang sama dari file aslinya.

• Proses penjualan dengan pendekatan satu lagu terbukti jauh lebih efektif dan efisien ketimbang medium analog seperti kaset atau CD.

• Sinyal pada audio digital tidak mudah terpengaruh oleh berbagai gangguan dan memiliki kualitas suara yang tinggi. Tidak seperti pita kaset pada sistem analog dimana bisa terjadi penurunan kualitas suara akibat gangguan seperti pita kaset rusak atau kotor.

• Dapat disalin dengan jumlah yang tak terbatas. Rekaman digital dapat benar-benar tidak terbatas, meskipun media konvensional atau analog (CD, DAT, dll) mulai membusuk secara fisik, namun file audio digital dapat dengan mudah disalin ke media yang baru tanpa kehilangan informasi.

• Kecepatan tinggi, karena proses teknologinya dilakukan melalui pengiriman muatan tinggi bukan gerakan mekanis berbentuk gelombang.

• Keakuratan tinggi, karena memiliki sifat yang berlawanan dimana hanya mengenal dua alternatif yaitu ada muatan listrik atau tidak ada muatan listrik sehingga keakuratan menjadi sangat tinggi. Teknologi digital yang memiliki keakuratan tinggi bila diduplikasi, maka hasilnya akan memiliki kualitas yang sama meskipun berkali-kali.

Namun, disamping kelebihannya, ada juga beberapa kelemahan audio digital, yaitu :

• Transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat.

• Menimbulkan maraknya terjadi pembajakan yang sangat merugikan pihak tertentu akibat kemudahan perekaman dan penyalinan rekaman. Atau salinan yang tidak sah yang melanggar hak cipta aslinya.

• Penyebaran musik digital di internet tidak bisa sepenuhnya dikontrol oleh label sehingga mempengaruhi pemasukan untuk label.

Berkaitan dengan isu-isu maraknya pembajakan, maka ada yang disebut sebagai DRM/ Digital Management Rights atau manajemen hak-hak digital yang merupakan teknologi untuk melindungi dan mengamankan (membatasi) pemakaian materi digital seperti pencegahan akses data, penyalinan data atau konversi ke beberapa format oleh pemakai yang berguna menjamin hak dan kewajiban antara penerbit (seller) dan pemilik hak cipta. Hal ini dibutuhkan oleh pemegang hak cipta untuk mencegah duplikasi yang tidak sah pekerjaan mereka, baik untuk mempertahankan integritas artistik atau untuk memastikan arus pendapatan tetap. (Robert D, Michael P, Dean A : 254) Manajemen digital sebenarnya bisa mencegah para pengguna dari melakukan pelanggaran hak cipta dengan lebih efektif dibanding UU hak cipta. Menurut saya, hal ini memang akan menimbulkan banyak kontra karena para pemakai tidak bisa bebas menyalin suatu file, namun untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyalahgunaan dan pembajakan yang dapat merugikan orang lain hal ini memang harus dilakukan. Sama halnya seperti kebebasan yang diberikan harus dibatasi agar tidak semena-mena.

MASALAH HUKUM : PEMBAJAKAN PERANGKAT LUNAK (SOFTWARE)


Kemajuan teknologi memberikan banyak pilihan bagi masyarakat dalam menggunakan inovasi-inovasi teknologi tersebut untuk kehidupan sehari-hari. Saya sendiri pun menjadi salah satu pemakai teknologi khususnya program komputer/ perangkat lunak berupa software. Masyarakat memiliki kebebasan untuk dapat menggunakan teknologi tersebut secara luas untuk mengakses informasi dan lain-lain. Namun ternyata kebebasan tersebut disalahgunakan dan dilakukan dengan seenaknya, hal ini dibuktikan dengan banyaknya masalah pembajakan hak cipta program komputer yang dilakukan pihak-pihak tertentu. Padahal program komputer adalah software dari sebuah komputer yang dilindungi oleh hak cipta, hal ini sesuai dengan UU no. 19 tahun 2002 tentang hak cipta yang mengatur perlindungan terhadap program komputer.

Sebuah tantangan yang dihadapi industri komputer saat ini adalah pembajakan perangkat lunak , penyalinan ilegal dan distribusi perangkat lunak. Hal ini merupakan masalah ekonomi dimana pendapatan perusahaan pencipta software hilang/ menurun dan masalah hak kekayaan intelektual. Pembajakan perangkat lunak merupakan suatu bentuk pelanggaran hukum, dimana dalam hal ini telah terjadi penggandaan dalam jumlah yang banyak dengan tanpa izin atau diluar dari apa yang telah diatur oleh UU hak cipta (Dominikus Juju dan MataMaya Studio, 2008 : 196).

Dilema yang ada saat ini adalah, mungkin peraturan terhadap pembajakan dapat diberlakukan untuk melindungi hak kekayaan intelektual, seorang pembajak mungkin dapat ditangkap, tapi bagaimana dengan ribuan individu pengguna yang mungkin menyalin perangkat lunak baik untuk dijual maupun untuk penggunaan pribadi? Inilah yang menjadi pertanyaan kita semua. Seperti kita ketahui bahwa teknologi yang sudah beredar luas akan sulit untuk bisa mengaturnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa saya menjadi salah satu orang yang juga memakai software bajakan berupa kaset dvd dan vcd dengan alasan harga yang lebih murah dibanding aslinya. Hal ini memang tidak dibenarkan karena sama saja kita mendukung perbuatan “mencuri” mengambil hak orang lain demi keuntungan sendiri. Namun begitulah yang terjadi saat ini, memberantas software ilegal atau bajakan di indonesia bagaikan merapikan benang kusut. Jangankan memberantas habis, menurunkan tingkat pembajakan saja merupakan pekerjaan yang sepertinya sulit dilakukan.

Dongle :

Menghadapi masalah ini, beberapa perusahaan computer dan software telah menyiasati dengan mengadopsi perangkat keras berbasis proteksi. Contohnya adalah dengan Dongle yang merupakan bagian kecil dari perangkat keras yang menghubungkan ke komputer. Dongle adalah alat proteksi software yang digunakan untuk tujuan perlindungan salinan atau pengesahan dari perangkat lunak.

Dengan proteksi dongle, tidak masalah jika pengguna membajak atau menyalin software, Karen aprogram software dirancang untuk tidak akan bisa bekerja tanpa ada dongle yang terpasang di computer, sehingga pembajak tidak bisa melakukan duplikasi (Agustinus Stephen, 2007 : 139).

Kesimpulannya, menurut saya mengatasi masalah ini memang sulit, namun harus tetap diusahakan. Harus ada penegakan hukum yang jelas dan tegas. Pembajakan perangkat lunak adalah masalah besar, terutama di era informasi, dan produsen telah mengambil langkah-langkah untuk memeranginya, namun upaya pemerintah dan hukum harus tetap dijalankan. Saya sangat setuju dengan salah satu pembahasan di buku The New Communications Technologies : Applications, Policy, and Impact karya Michael M dan Barbara L yang membahas tentang pendidikan yang merupakan salah stau cara mengatasi masalah pembajakan ini. Menurut saya, hal tersebut patut dibenarkan, karena pendidikan sangat penting dalam mendidik dan mengajar manusia tidak hanya dari segi pengetahuan tapi juga dari segi kesadaran dan psikologi. Banyak orang menganggap bahwa kekayaan intelektual tidak dipandang sebagai sebuah uang atau property nyata lainnya, justru beranggapan bahwa kita tidak boleh mencuri uang, tapi tidak apa-apa untuk menyalin sebuah disc. Hal ini jelas tidak benar, maka dari itu butuh pendidikan benar untuk menciptakan kesadaran para pemakai teknologi. Intinya, pembajakan akan sangat merugikan penciptanya karena mereka tidak mendapat royalty dengan barang yang mereka ciptakan, maka dari itu kita harus sadar dan menghargai karya-karya orang lain.

Y2K (MILLENIUM BUG)

Masalah Y2K (Year 2 Kilo) atau masalah tahun 2000 merupakan masalah yang dihadapi program-program komputer yang menyimpan tahun dalam format dua digit, misalnya tahun 1995 maka ditulis di computer menjadi tahun 95. ketika memasuki tahun 2000, format tahun menjadi 00 sehingga ketika aplikasi mengurangkan tahun 2000 dari tahun 1998, maka akan dihitung dengan 00 dikurang 98 yang hasilnya justru malah -98. Hal ini akan menyebabkan aplikasi tersebut memberikan jawaban yang salah dan menimbulkan kegagalan komputer (Raymond McLeod dan George P, 2008 : 16).

Y2K membawa ketakutan akan terjadinya bencana misalnya, fasilitas-fasilitas penting seperti PLTN dan penerbangan pesawat terbang dimana tanggal dan jam menjadi bagian penting dalam pemrograman. Contohnya 29 September 1991 ditulis 290991, komputer tidak dapat membedakan antara tahun 1900 dengan tahun 200 dimana dua digit terakhirnya sama-sama 00 (Theodorus M, 2007 : 419).

Ada berbagai pandangan dan pendapat dari berbagai kalangan terhadap permasalahan Y2K ini, ada yang merasa masalah ini sangat berbahaya, namun ada juga yang beranggapan bahwa masalah ini adalah hal yang terlalu dibesar-besarkan. Menurut saya, beragam persepsi memang boleh saja ada, memang Y2K tidak menimbulkan korban jiwa namun juga menyebabkan beberapa kesalahan di dunia yang dapat segera diperbaiki. Contohnya seperti kartu kredit yang ditolak karena masa berlakunya habis tahun 2000, tapi dibaca komputer sebagai 1900, Peta cuaca yang kacau di Paris ketika melewati tahun 1999 menjadi tahun 19100, Display yang dipasang BI di Indonesia sempat mengalami kesalahan membaca tahun. Saat
melewati pukul 00.00 WIB, display bukannya menunjukkan angka 2000 tetapi ke
angka 1900. Menurut saya masalah ini harus dijadikan pelajaran bagi kita semua, terutama perusahaan-perusahaan yang berhubungan erat dengan teknologi komputer agar untuk kedepannya tidak terjadi lagi dan tidak menimbulkan ketakutan masyarakat serta dilakukan pengembangan, perbaikan dan kemajuan teknologi terus-menerus.

ARTIFICIAL INTELLIGENCE

Artificial Intellegence atau kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang ditujukan pada komputer untuk dapat melakukan hal-hal yang dilakukan manusia dan dianggap cerdas oleh manusia (Kusrini, 2006 : 3). Sementara menurut Encyclopedia Britannica, kecerdasan buatan merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan. Menurut saya, intinya kecerdasan yang sengaja dibuat sebagai hasil buatan manusia dalam hal ini yaitu komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin komputer agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Seperti kita ketahui bahwa teknologi komputer saat ini sudah sangat canggih dan bisa dikatakan sangat cerdas dan cepat. Contohnya saja adalah program penghitungan angka di komputer melalui program Microsoft Excel yang sangat tepat dan akurat. Menurut saya, komputer justru bekerja jauh lebih cepat dibanding manusia itu sendiri.

Ada tiga tujuan kecerdasan buatan yaitu, membuat komputer lebih cerdas, memahami tentang kecerdasan, dan membuat komputer lebih bermanfaat. Hal ini akan membantu manusia dalam menggunakan teknologi mesin komputer dan mempercepat pekerjaan manusia. Beberapa yang termasuk kecerdasan buatan adalah :

• Natural Language Processing : Merupakan proses pembuatan model komputasi dari bahasa sehingga memungkinkan terjadinya interaksi antara manusia dan komputer dengan perantaraan bahasa alami yang dipakai manusia. contoh : “hapus semua file” = del dan kita tidak perlu membuat kalimat-kalimat meminta karena komputer sudah memahami anda dengan sistem bahasa yang sudah dibangun.

• Speech Recognition : Suatu perangkat yang bisa mengenali dan memahami kata-kata yang diucapkan manusia dengan cara digitalisasi kata dan mencocokkan sinyal digital tersebut dengan suatu pola tertentu yang tersimpan dalam suatu perangkat. Kita dapat menginstruksikan komputer hanya dengan berbicara tanpa harus mengetik.

• Expert System : Program computer yang digunakan untuk membantu para ahli dalam memecahkan masalah dibidang-bidang spesilisasi tertentu seperti sains, perekayasaan, matematika, kedokteran, pendidikan dan sebagainya.

• Computer Vision : Ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana komputer dapat mengenali obyek yang diamati/ diobservasi. Computer Vision adalah kombinasi antara Pengolahan Citra dan Pengenalan Pola diman computer memiliki kemampuan untuk menganalisa wajah dan mata secara digital.

HUMAN COMPUTER INTERFACE

Perkembangan teknologi memungkinkan hampir setiap orang berinteraksi dengan komputer. Tidak hanya di perkotaan, bahkan masyarakat di pedesaan pun juga sudah mulai tersentuh dengan teknologi ini. Bisa dikatakan kehidupan manusia di zaman digital ini semua berkaitan dengan pemakaian teknologi komputer. Saya pun banyak menghabiskan waktu didepan komputer entah untuk mengerjakan tugas, browsing, mencari informasi sampai situs jejaring sosial. Tanpa sadar kita telah berinteraksi, “berdialog” dengan komputer yaitu dalam bentuk menekan tombol berupa tombol angka dan huruf yang ada pada keyboard atau melakukan satu sentuhan kecil pada mouse.

Ketika kita memakai komputer, kita berhadapan dengan macam-macam tampilan menu, macam-macam perintah yang terdiri dari kata-kata yang harus diketikkannya, misalnya save, copy, delete, atau macam-macam ikon. Peralatan, perintah, ikon dan lain-lain dikenal dengan nama interface (antarmuka). Interface ini merupakan lapisan pertama yang langsung bertatap muka dengan pemakai. Intinya, interaksi ini bertujuan untuk membantu kegiatan dan pekerjaan manusia serta untuk mempermudah manusia dalam mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik yang kita perlukan selama kita bekerja pada sebuah sistem komputer.

Ada dua bentuk interaksi antara manusia dan komputer :

• Interaksi langsung : dialog antarmuka dengan adanya feedback. Contohnya ketika kita mengetik karakter pada keyboard, hasilnya akan muncul dilayar.

• Interaksi tidak langsung : proses dibelakang layar dan proses sekali jalan. Contohnya komputer melakukan proses komputasi pada CPU (Feri Sulianta, 2010 : 47).

REFERENSI :
Binanto, Iwan. (2010). Multimedia Digital Dasar Teori + Pengembangannya. ANDI. Yogyakarta.

Hisrich, Robert D., Peters, Michael P. & Shepherd, Dean A. Entrepreneurship Kewirausahaan. Salemba Empat. Jakarta.

Juju, Dominikus. & MataMaya Studio. Teknik Menangkal Kejahatan Internet untuk Pemula. PT Elex media Komputindo. Jakarta.

Kusrini. (2006). Sistem Pakar Teori dan Aplikasi. ANDI. Yogyakarta.

McLeod, Raymond. & Schell, George P. (2008). Sistem Informasi Manajemen. Salemba Empat. Jakarta.

Mulyadi. (2007). SistemPerencanaan dan Pengendalian Manajemen. Salemba Empat. Jakarta.

Stephen, Agustinus. (2007). File Piracy : Membongkar Seluk-Beluk Pembajakan dan Pencurian File di Internet. PT Elex media Komputindo. Jakarta.

Sulianta, Feri. (2010). IT Ergonomics. PT Elex media Komputindo. Jakarta.

Tuanakotta, Theodorus M. (2007). Setengah Abad Profesi Akuntansi. Salemba Empat. Jakarta.

Widjanarka N, Ir. Wijaya. (2006). Teknik Digital. Erlangga. Jakarta.

.

.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.