DIGITAL WORLD (TELEVISI DIGITAL)

Memang tidak ada hentinya dalam membicarakan perkembangan teknologi seiring  dengan berkembangnya zaman. Perubahan dalam dunia terjadi tahun demi tahun, belakangan ini banyak sekali perubahan teknologi informasi yang semakin canggih. Namun kecanggihan itu hanya bertahan sementara, karena teknologi yang lebih canggih lagi akan terus bermunculan. Seperti post-post saya sebelumnya yang menjelaskan tentang beberapa teknologi modern, pembahasan saya kali ini akan menjelaskan tentang teknologi digital khususnya pada televisi sebagai salah satu bukti kemajuan teknologi.

Digital merupakan penggambaran dari keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on yang merupakan bilangan biner (Ir. Wijaya Widjanarka N, 2006 : 5). Sistem digital mengubah informasi menjadi bentuk sinyal yaitu disebut sinyal bit (binary digit) yang tidak mudah terpengaruh oleh gangguan. Perubahan besar terjadi dari teknologi televisi analog menjadi teknologi televisi digital. Televisi digital merupakan televisi dengan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar dan suara ke televisi, sinyal tersebut adalah sinyal digital. Televisi digital menggabungkan kualitas gambar dengan suara multichannel resolusi tinggi yang lebih baik dan kemampuan untuk mengintegrasikan Internet dalam pemrograman layar. Seperti kita ketahui bahwa teknologi digital berhubungan dengan internet, begitu pula yang terjadi pada televisi digital.  Televisi digital ditunjang oleh teknologi penerima yang mampu beradaptasi sesuai dengan lingkungannya. Sinyal digital dapat ditangkap oleh sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama sehingga daerah cakupan TV digital dapat diperluas. Pergeseran dari analog ke digital mengubah segala sesuatu yang bersifat manual menjadi otomatis dan dari yang rumit menjadi lebih ringkas.

Berikut adalah kelebihan televisi digital dibanding televisi analog :

–          Mengirimkan informasi dengan lebih cepat

–          Informasi dapat diubah, diproses, dimodifikasi kedalam berbagai bentuk

–          Bisa memproses informasi dalam jumlah yang besar

–          Tidak mudah terpengaruh gangguan dari luar

–          Pengiriman gambar yang lebih jernih dan stabil tanpa efek bayangan atau gambar ganda

–          Kualitas gambar dan warna yang lebih baik

Televisi digital memberikan suara dinamis dan kesetiaan gambar pada saluran transmisi yang diberikan. Terdapat dua layanan dalam transmisi digital:

–          HDTV (High Definition Television)

–          SDTV (Standard Definition Television)

HDTV atau Televisi definisi tinggi adalah teknologi televisi yang memiliki kualitas gambar dan suara tertinggi. Memiliki tingkat resolusi gambar dua kali lipat dari televisi analog  yaitu 720p atau 1080i dan gambar yang terlihat lebih jelas dan nyata sehingga menghasilkan ketajaman gambar yang lebih baik (Giancoli, 2001 : 52). Saat melihat HDTV, gambar tampak begitu jelas dimana kita akan merasa seolah-olah kita berada di sana melihat gambar secara langsung, daripada melalui layar TV.



SDTV atau Televisi definisi standard adalah teknologi televisi yang menawarkan tingkat resolusi lebih rendah dibanding HDT,  yaitu 480p atau 480i.

SDTV VS HDTV :

 Tipe Layar atau tampilan

Konsumen memiliki banyak pilihan teknologi yang tersedia untuk tampilan televisi digital. Saat ini teknologi layar LCD menjadi pilihan populer, karena layar LCD menggunakan lebih sedikit daya listrik dan lebih ramping serta ringan. Televisi digital secara bertahap akan menggantikan transmisi analog di negara-negara teknologi maju, dan akan mempengaruhi apa yang kita tonton, terutama karena  menawarkan akses mudah ke Internet dan bentuk-bentuk lain dari hiburan yang lebih interaktif daripada televisi tradisional. Saya sangat setuju dengan hal ini, memang saat ini orang lebih menyukai televisi dengan layar tipis seperti LCD, menurut saya secara pribadi memang layar tipis terlihat lebih elegan dan mewah serta tidak memakan banyak tempat seperti televisi konvensional.

–          Direct View – CRT (Cathode Ray Tube)

Direct view TV atau televisi tabung tradisional, terdiri dari sebuah tabung sinar katoda tunggal (CRT) dan berkas elektron yang menerangi fosfor pada permukaan dalam layar TV. CRT merupakan tabung penampilan yang banyak digunakan pada layar komputer, TV, monitor video. CRT mempunyai kemudahan ketika dipasang, menginstall dan biaya yang rendah (Rahmat Putra, 2008 : 20).


–          Liquid Crystal Display (LCD)

Adalah media tampilan yang menggunakan Kristal cair sebagai penampil utama. Terdapat banyak sekali titik cahaya (pixel) yang terdiri dari satu buah kristal cair sebagai suatu titik cahaya dengan sumber cahaya yang disebut Backlight yang ada dibelakang susunan Kristal cair. LCD membutuhkan energy dan sumber daya listrik yang lebih sedikit dibanding tipe layar lainnya (Jubilee Enterprise, 2010 : 90).

–          Plasma Display (Layar plasma)

Merupakan tampilan layar dimana setiap piksel pada layar diterangi oleh sedikit atau dibebankan plasma gas, agak seperti lampu neon kecil (Shelly dan Cashman : 239). Dibandingkan dengan layar LCD, set plasma menawarkan sudut pandang yang lebih luas, warna yang lebih cerah dan ukuran layar yang lebih besar.

–          Digital light processing (DLP) projectors

Teknologi DLP atau pemrosesan cahaya digital menggunakan ratusan ribu chip kecil pada gambar dan digunakan untuk proyeksi gambar. DLP biasa digunakan pada proyek versi digital film pada bioskop sehingga gambar sangat cerah dan tajam.

–          Organic light emitting diode (OLED)

Adalah diode cahaya organik yang memiliki kemampuan memancakan cahaya yang terbuat dari lapisan organik dan fleksibel karena ketipisannya yang mencapai kurang dari 1mm. OLED memiliki tampilan sudut pandang yang lebih luas dibanding yang lainnya, Layar terbuat dari gabungan warna dalam kaca transparan sangat tipis sehingga ringan dan fleksibel, wilayah warna yang lebih luas, tingkat kecerahan gambar yang lebih tinggi dan memiliki reaksi yang lebih cepat yaitu 0,01 ms. OLED diaplikasikan pada telepon genggam, layar computer, kamera digital, laptop, papan pengumuman di bandara dan rumah sakit.

Manfaat Televisi Digital :

Perkembangan televisi digital tentu saja memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia, seperti yang saya alami sendiri dimana manfaat tersebut memudahkan dan memperluas pengetahuan saya. Berikut saya jabarkan :

–          Tersedianya saluran siaran yang lebih banyak karena penyiaran digital. Televisi analog menggunakan 1 frekuensi untuk 1 saluran, misalnya Trans TV berada di frekuensi 42 UHF, RCTI di frekuensi 50 UHF. Artinya, makin banyak siaran televisi maka makin banyak pula frekuensi yang digunakan, sementara frekuensi itu jumlahnya terbatas. Berbeda dengan televisi digital dimana 1 frekuensi bisa menampung sampai 10 saluran Misalnya, di channel 42 UHF digital, terisi oleh SCTV, ANTV, TV One, Trans TV, Trans 7, dan Metro TV.

–          Televisi digital bisa dipakai untuk siaran interaktif. Hal ini Jika televisi berkaitan dengan internet yang menyajikan layanan komunikasi dua arah anatara konsumen dan televisi. Contohnya adalah pada layanan televisi berlangganan seperti  Indovision, Top TV, Telkomvision, dst yang memungkinkan konsumen untuk dapat berinteraksi tentang acara dan program-program TV kabel tersebut serta mengenai pemilihan acaranya sesuai keinginan konsumen. Bahkan kita bisa memesan acara yang kita inginkan melalui program guide (Andi Setiawan, 2010 : 62).

–          Televisi digital hanya membutuhkan daya pancar yang lebih kecil sehingga siaran dapat tetap tertangkap oleh       alat penerima siaran meskipun sedang bergerak cepat seperti dalam mobil atau kereta.

–          Memiliki sudut pandang gambar yang lebih luas sehingga kita bisa melihat lebih detail.

–          Berkaitan dengan satelit dan internet, televisi digital memperluas pengetahuan dan wawasan melalui siaran-siaran tentang seluruh dunia. Ini merupakan manfaat paling besar yang saya rasakan, karena saya mendapatkan banyak informasi tentang dunia luar melalui TV kabel.

Kelemahan Televisi Digital :

–          Teknologi digital berkaitan dengan bilangan 0 dan 1 atau on dan off yang artinya selalu berlawanan. Begitu pula dengan televisi digital yang hanya mengenal dua keadaan yaitu gambar bagus atau justru gambar tidak terlihat sama sekali. Pada televisi analog ketika terjadi gangguan sinyal maka gambar akan mengalami buram, semut, berbayang  namun masih bisa terlihat dan terdengar walaupun buruk. Atau bahkan kita bisa membetulkan posisi antenna TV agar gambar bisa terlihat sempurna. Tapi di televisi digital jika tidak mendapat sinyal, maka kita tidak akan bisa melihat gambar apapun pada layar televisi kita. Hal ini sering sekali saya alami ketika menonton saluran TV kabel AXN, dimana tiba-tiba ketika ada gangguan maka gambar akan berhenti dan tidak bergerak serta tidak bersuara sama sekali.  Jika sudah seperti ini jelas saya jengkel sekali.

–          Biaya perbaikan televisi digital jauh lebih mahal dibanding televisi analog jika mengalami kerusakan, hal ini karena harga televisi digital juga lebih mahal dengan komponen yang lebih rumit dan kualitas tinggi.

–          Kesenjangan sosial semakin besar. Perkembangan teknologi memang selalu membuat adanya ketimpangan sosial antara masyarakat yang mampu dan yang tidak mampu membeli teknologi modern dengan harga yang tinggi. Televisi digital didesain secara modern dengan kualitas tinggi, otomatis harganya pun tidak murah tidak seperti televisi analog biasa lainnya yang lebih terjangkau oleh masyarakat.

–          Untuk HDTV membutuhkan pemakaian bandwith yang sangat besar untuk siaran sekitar 5 kali lipat dibanding televisi konvensional. Dengan pemakaian bandwith yang besar tentu saja membuat biaya produksi semakin tinggi (Jubilee Enterprise, 2010 : 71).

Transisi Televisi analog ke digital

Transisi dari televisi analog menuju televisi digital sudah banyak terjadi di negara-negara maju seperti Jepang, Amerika Serikat, Eropa di Perancis, dan lain-lain. Siaran digital ini memberikan banyak keuntungan seperti penghematan spektrum frekuensi yang sangat significant (disebut sebagai “Digital Dividend”), dan makin baiknya mutu siaran dengan dipakainya High Definition TV, dengan mutu gambar/video yang sangat tinggi. Namun, pesawat televisi analog tidak bisa menerima sinyal digital, maka dari itu dibutuhkanlah pesawat televisi digital dengan alat tambahan Set Top Box yang berfungsi menerima dan merubah sinyal digital menjadi sinyal analog. Set Top Box berguna untuk meminimalkan resiko kerugian agar pesawat penerima analog dapat menerima siaran analog dari pemancar TV yang menyiarkan siaran TV Digital, sehingga masyarakat yang telah memiliki pesawat penerima TV analog secara perlahan dapat beralih ke teknologi TV digital dengan tanpa terputus layanan siaran yang ada selama ini. Masa transisi diperlukan untuk melindungi puluhan juta pemirsa (masyarakat) yang telah memiliki pesawat penerima TV analog untuk dapat secara perlahan-lahan beralih ke teknologi TV digital dengan tanpa terputus layanan siaran yang ada selama ini.

                        Gambar SET TOP BOX :    

           

Nyatanya, transisi  yang diiginkan tidak bisa terjadi secara instan, tapi butuh proses perlahan-lahan. Kesadaran masyarakat akan transisi teknologi ini masih sangat minim, masyarakat sendiri belum memahami dengan pasti tentang televisi digital. Banyak masyarakat yang tidak tahu dan sadar mengenai transisi ini, bahkan ada yang mengira harus membuang set TV analog mereka untuk transisi ini. Untuk mengatasi hal ini, perlu adanya edukasi terhadap masyarakat tentang informasi dan pendidikan teknologi televisi digital tersebut dan proses transisinya. Beberapa pihak yang ada dibalik transisi televisi digital (penyiar DTV, perusahaan telekomunikasi, pengecer dan produsen DTV) inilah yang harus ikut ambil peran dalam edukasi masyarakat.

–          Penyiar harus memberikan informasi on-air untuk pemirsa tentang transisi DTV.

–          layanan televisi dengan kabel dan satelit harus memberikan pemberitahuan bulanan tentang transisi dalam laporan tagihan pelanggan.

–          Produsen televisi harus memberikan pemberitahuan kepada konsumen tentang dampak transisi pada layar dan hardware yang terkait.

–          Menurut saya, pemerintah juga harus ikut ambil andil dalam upaya sosialisasi transisi digital terhadap masyarakat, dan mengusahakan ketimpangan ekonomi dengan distribusi ekonomi yang merata agar mengurangi kesenjangan sosial yang besar terutama berkaitan dengan daya beli dan akses teknologi canggih seperti Televisi  digital ini.

Kesimpulan

Perkembangan zaman selalu diikuti dengan kemajuan teknologi, karena semakin lama manusia semakin pintar dan inovatif. Televisi digital adalah salah satu karya manusia yang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia sehari-hari. Saya percaya bahwa inovasi ini tidak akan berhenti disini, kedepannya nanti pasti akan banyak lagi perkembangan lainnya, bayangkan saja bagaimana teknologi dunia saat tahun 2020?😀

Referensi :

Enterprise, Jubilee. (2010). Teknik Mengubah PC Menjadi Home Theater. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.

Enterprise, Jubilee. (2010). Teknik Merakit PC Bersistem Operasi Windows 7. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.

Giancoli. (2001). Physics Fifth Edition. Erlangga. Jakarta.

Putra, Rahmat. (2008). Jago Komputer Dalam Sehari. Tangga Pustaka. Jakarta.

Setiawan, Andi. (2010). Cepat dan Mudah dengan Windows 7. PT Elex Media Komputindo. Jakarta.

Shelly & Cashman. Discovering Computers. Salemba Infotek. Jakarta.

Widjanarka N, Ir. Wijaya. (2006). Teknik Digital. Erlangga. Jakarta.

4 Comments (+add yours?)

  1. Prince Frog
    May 11, 2011 @ 11:08:38

    Setuju..jaman semakin maju dan berkembang…tidak menutup kemungkinan kdepannya Tv tidak menggunakan Kabel lagi..hehehehe

    Reply

  2. brianestiza
    May 12, 2011 @ 11:10:06

    nice info aldita! menurut saya dengan adanya teknologi ini negara kita juga sudah dapat merasakannya tinggal sosialisasinya saja ke masyarakat agar mengetahui perkembangan teknologi pada jaman sekarang ini, dengan begitu negara kita dapat menjadi masyarakat yg berkembang dan tidak tertinggal jaman tapi bukan berarti tanpa memperhatikan konten programnya, tentu saja harus dengan batasan penayangan programnya. ya semoga aja sosialisasi dapat dijalankan dengan efektif oleh pemerintah

    Reply

  3. alda prita
    May 12, 2011 @ 13:24:10

    aldita,.,.makasih ni infonya,.,.,bisa buat referensi,.,.semoga dengan adanya televisi digital indonesia,,membuat negara kita semakin,.,ok,.,.muachhhhh 🙂

    Reply

  4. kennedy hier
    May 12, 2011 @ 17:51:56

    thanks dita, menurut saya media televisi semakin berkembang maka kebutuhan masyarakat secara otomatis akan ikut berkembang atau kebutuhan akan meninggkat tanpa di sadari oleh manusia itu sendiri, dan yang saya ingin tanyakan adalah apakah saluran dalam televisi bisa di lihat dengan menggunakan saluran internet? seperti kita ketahui dengan ada nya internet kita bisa mendengarkan radio juga.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: